Apapun Hasilnya, Move On Aja!

Posted: September 2, 2014 in Embun Taushiyah

Banyak yang terpukau dengan kerjanya. Lalu susah move on dari mengagumi hasil karyanya. Begitu pun sebaliknya, banyak yang kecewa oleh kerjanya, lalu tak mau lagi berkarya.

“Fa idza faroghta fanshob!” “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain!” (QS Al-Insyiroh : 7)

“Gilee..!! Padahal gw baru pelajarin bahasa pemrograman ini cuma tiga hari. Tapi udah bisa bikin program hello world. Keren abis gw!!”

Sebut saja Steve Jobs, mahasiswa baru di sebuah kampus ternama yang mengambil jurusan Teknik Informatika, dia girang karena sukses mempelajari sebuah bahasa pemrograman. Tapi setelah itu…

“Luar biasa. Bikin hello world gini gw cuma butuh satu baris. Jenius banget gw.”

Beberapa jam kemudian Steve Jobs tak beranjak dari depan komputernya memperhatikan script yang berhasil ia ciptakan. Tak ada yang diperbuatnya selain itu. Lalu…

“Kayaknya gak susah bahasa pemrograman ini. Buktinya gw udah bisa bikin hello world. Kalo disuruh bikin operating system pake bahasa ini gw udah sanggup. Nyantai dulu ah… Leha leha dulu…”

Steve Jobs mulai melakukan double click pada icon game Warcraft di desktop komputernya.

Begitulah kisah kesuksesan yang berujung pada kontraproduktif. Bukan kesuksesan baru yang dikejar, namun merasa puas dengan prestasi sementara.

Banyak juga yang tersiksa oleh apa yang diperbuatnya, lalu susah move on dari meratapi hasil akhir pekerjaannya.

“Kok jadinya gini sih? Gw memang gak bakat. Gw salah masuk jurusaaan. Huaaa…”

Kali ini sebut saja si… mmm… siapa yaaa… Tukiyem deh. Mahasiswa baru jurusan Desain Komunikasi Visual. Dia merasa kecewa karena gagal mengerjakan tugas pembuatan animasi. Sebenarnya tidak gagal-gagal amat. Tugasnya sudah jadi kok. Gambarnya sudah tampil. Cuma… gambarnya tidak mau bergerak. Itu aja masalahnya.

Tapi tugas itu sudah harus dikumpulkan dalam bentuk file melalui email. Selesai gak selesai kumpul. Sayangnya Rita.. eh.. siapa tadi? Tukiyem ya? Hasil kerjanya tak sempurna dan ia sendiri memang tidak puas.

Tukiyem berlama-lama menangis telungkup di kasurnya sembari memeluk bantal yang bercover Ultraman Taro. Berlembar-lembar tisu tercecer di lantai. Sebagian dalam kondisi basah oleh air mata, sebagian berminyak karena gorengan. Menangis sambil ngemil memang hobi Tukiyem. Kini ia meratapi kegagalannya.

Memang dua cerita di atas terdengar lebay. Tapi bisa dijadikan cermin untuk diri kita, karena banyak yang mengalami cerita seperti di atas meski tidak selebay – atau bisa lebih lebay – dari kisah Steve Jobs dan Tukiyem. Banyak yang susah move on mengagumi atau meratapi hasil karyanya. Kedua-duanya membuang kesempatan mendapatkan capaian yang lebih baik lagi.

Evaluasi itu penting. Tapi untuk bergerak melanjutkan progress dalam kerja-kerja yang lain. Pada kasus Steve, harusnya ia mencari tantangan lebih lanjut. Kemampuannya memang teruji dalam tantangan pertama, tapi anggapannya ia sudah menguasai segalanya itu adalah kesalahan fatal. Ia terperangkap dalam perasaan ujub (bangga pada diri sendiri) yang berujung pada ghurur (tertipu). Akhirnya ia merasa cukup dengan secuil skillnya itu. Nah, coba ingat-ingat, adakah capaian memuaskan yang pernah kita peroleh membuat kita bersikap seperti Steve Jobs? Meremehkan tugas dan menjadi kontra-produktif.

Pada kasus Tukiyem, ia memang sadar bahwa ia gagal, tapi bukan berarti ia meratap dan tak beranjak dari penyesalan. Tugas telah terkumpul, tapi kemampuan harus terus diasah. Ia tinggal mempelajari cara agar gambarnya bisa bergerak layaknya sebuah animasi. Jaraknya dengan kesuksesan sebenarnya tinggal sedikit lagi. Nah, coba ingat-ingat, adakah kita pernah alami kegagalan yang membuat kita merajuk tak mau berbuat apa-apa lagi?

Tukiyem harus move on dari kegagalan. Seperti Steve Jobs yang harus move on dari kesuksesan. Fa idza faroghta, fanshob!

Comments
  1. Nisa says:

    siaapp #MoveON🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s